“Khairunnas anfauhum, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang memberi manfaat bagi orang lain.”


Showing posts with label Sajak Kasih Ayah Bunda. Show all posts
Showing posts with label Sajak Kasih Ayah Bunda. Show all posts

Sunday, 1 April 2012

Doctor Wanna Be


Doctor Wanna Be

Dad…
Have you known my reason?
White coat can cure all diseases
God send that for save the world

Dad…
Could you read my heart?
My heart hurts when you get sick
And I can do nothing for help

Dad…
Do you dream the same dream with me?
I wish I can be a doctor
I wish I can care and cure you
I wish Allah hears and makes true my dream



Friday, 30 March 2012

Kau Pagiku Kau Petangku


Kau Pagiku Kau Petangku

Matahari tak pernah bersinar seperti ini
Saat engkau disampingku
Dunia tak pernah secerah ini
Saat engkau bersamaku

Ibu… kau pagiku
Mimpi-mimpi masa muda bermekaran saat aku bersamamu
Semangatku menbuncah, bahkan desir darahku dapat kurasakan
Aku hanya ingin melihat senyum itu
Yang merekah dari bibirmu saat engkau bahagia karena aku

Ibu...kau juga petangku
Ketika raga ini tak sanggup membangun mimpi
Engkau sanggup menyusun puing-puing harapanku
Kasihmu yang agung sanggup membangkitkan asa yang mati
Jiwaku hidup saat bersamamu











SOMEWORDS


SOMEWORDS

 I never know when everything lost from my life day by day
I never care when everybody come and leave
I never really hurt when this life looking like against me
That’s because of you are always by my side

You are wonder woman for me
Only you who really understand what I feel
Although we are so far, you seem can feel it
I love you, Mommy. I miss you…

You are all I have and I need
I say thank for  all of your kindness
I don’t know how to make you happy, but I’m trying
I love your smile, I love thinking about you, I love talking with you, I love everything about you

Mommy, I’m so sorry for all my wrongs
Ignoring your advice, making your tears falling down
I admit I’m not a good child
But I love you, really love you

Mom, stay with me
Never say goodbye
I’m trying to make you happy
I’ll do everything only to see your smile

Pahlawan Tak Pernah Menangis


Pahlawan Tak Pernah Menangis

Goresan usia di wajahmu
Rentan ragamu dan beban batinmu
Cukup menafsirkan deritamu

Tak kenal lelah kau berjuang
Demi kami, buah hatimu
Panas, hujan, badai, tak menyurutkan mimpimu
Mimpi membawa kami jauh dari kesengsaraan hidup

Kau lebih dari sekedar pahlawan
Tegarmu, semangatmu, pengorbananmu…
Air mukamu sayu, kutahu ada beban disana
Tapi tak pernah kulihat air mata itu

“Pahlawan tak pernah menangis”
Itu semboyanmu saat melihat resahku
Ayah, adakah aku dapat membahagiakanmu?
Kurindu senyum dibibirmu

Impian Itu Senyummu


Impian Itu Senyummu

Pernahkah terbersit dalam benakmu…
Alasan perjuangan tiada akhir ini?
Senyummu… ya, itu yang kuharap

Ayah…
Hatimu yang sekeras baja
Suaramu yang semenggelegar petir
Tatapan marahmu yang menceloskan hati
Kata-katamu yang terkesan mendoktrin
Semua itu… tak pernah bisa menjadikanmu monster bagiku
Kau lebih dari sekedar hero

Sumbu harapan tak pernah kehabisan nyala apinya
Akar impian kokoh oleh siraman usaha dan doa
Selalu ada satu dua oase di padang gurun
Mimpi yang melayang terbang, pada saatnya akan ku genggam

Ragumu adalah pembuktianku
Penolakanmu adalah tantanganku
Kata “Ya”-mu adalah tanggung jawab besar
Kata “Tidak”-mu adalah sesuatu yang perlu dipatahkan

Tahukah kau… impian itu senyummu

Kemarau Kering


Kemarau Kering

Mama…
Daun-daun berguguran menyertaimu
Bunga-bunga layu menyertaimu
Rumput kehilangan tariannya
Dunia kehilangan warnanya

Kemarau kering panjang dalam hatiku
Seluruh alam berkabung
Hilang bunga jiwaku
Bayang-bayangmu terngiang-ngiang

Mama…
Waktu menjadi 2400 jam dalam sehari
Tanpamu semuanya hambar
Aku ingin pulang
Pulang dalam pangkuan Ilahi
Agar selalu bersamamu
Bersamamu dalam surga firdaus…

Ketika Ayah Sakit


Ketika Ayah Sakit

Terbujur lemah tak berdaya
Rintihan lirih
Tetes air mata di sudut mata
Hilang ceria, rapuh

Pilu hati melihatmu
Luruh semangat memikirkanmu
Kau matahariku
Kau bintangku

Manalah senyummu, manalah ceriamu
Canda tawa, gurau lucu, manalah semua itu
Manalah marahmu, manalah teriakanmu
Wajah geram, suara menggelegar, manalah semua itu

Aku butuh seribu tahun lagi
Aku butuh seribu tahun untuk membalasnya
Adakah Tuhan mendengarku?
Akankah Ia berkenan mengijabahnya?

Ketika Ayah sakit, aku bahkan tak tahu harus berbuat apa…